Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Membedah Mitos Literatur

Mengapa Buku Menjaga Fondasi dan Jurnal Memacu Laju Kebaruan? Oleh: Abdulloh, S.Pd., M.Pd. (Guru IPA UPTD SMP Negeri 1 Blega / Mahasiswa S3 Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang) Dalam lanskap diskursus penulisan ilmiah—khususnya pada level pascasarjana dan riset doktoral—sering kali muncul sebuah mitos akademik yang menyesatkan: anggapan bahwa seorang peneliti harus memilih antara berdiri di kubu buku teks atau kubu jurnal ilmiah. Sebagian kalangan akademisi kerap mendewakan jurnal internasional bereputasi seolah-olah buku teks adalah artefak masa lalu yang usang dan kehilangan relevansi. Sebaliknya, kelompok lain terkadang terlalu nyaman dengan doktrin buku klasik hingga abai terhadap dinamika empiris mutakhir di lapangan. Padahal, dikotomi ini adalah sebuah mitos keliru yang justru dapat merapuhkan bangunan argumen ilmiah. Sesungguhnya, tidak ada yang mutlak lebih kuat antara buku dan jurnal. Keduanya memiliki fungsi, bobot ontologis, dan konteks kekuatan yang berbeda...

Postingan Terbaru