Anggaran Perpusnas RI Dipangkas
Prolog Di tengah semangat membara dari pelosok negeri untuk membangkitkan kecintaan pada buku, sebuah kabar tak sedap berembus dari ibu kota. Literasi, yang seharusnya menjadi pilar utama pembangunan sumber daya manusia, kini menghadapi tembok tinggi bernama 'pemangkasan anggaran'. Komunitas di daerah, seperti kita di Bangkalan, yang setiap harinya berjuang di akar rumput, merasakan betul betapa berartinya setiap dukungan buku dan fasilitas. Kini, harapan untuk gerakan literasi yang lebih masif secara nasional harus tertahan. Anggaran Perpusnas RI Dipangkas: Harapan Literasi Desa Terancam Padam di 2026 Sebuah kenyataan pahit harus diterima oleh dunia literasi Indonesia. Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, E. Aminudin Aziz, dengan berat hati mengungkapkan bahwa sejumlah program strategis lembaga yang dipimpinnya terpaksa terhenti pada tahun 2026. Alasan utamanya adalah pemangkasan anggaran yang sangat signifikan. Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung oleh...