Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Tahun Baru, Hati yang Lebih Lapang

  Tahun Baru, Hati yang Lebih Lapang: Mengapa Kita Tak Harus Kuat Sendirian Oleh: Abdulloh Aup  ​Tahun 2026. Angka-angka di kalender telah berganti, namun sering kali, beban yang kita bawa dari tahun sebelumnya masih terasa. Kita melangkah ke dalam babak baru ini dengan membawa serta luka-luka yang belum sepenuhnya sembuh—luka bersama, mungkin dari kehilangan, kekecewaan, atau kegagalan yang pahit. Namun, bersamaan dengan itu, ada secercah harapan yang bahkan belum sempat kita beri nama, sebuah janji samar akan hari esok yang lebih baik. ​Di awal tahun ini, di tengah riuhnya resolusi dan daftar tujuan, ada satu pelajaran fundamental yang kembali mengetuk hati kita: tidak semua perjalanan harus kita pikul sendirian. ​Berapa sering kita memaksakan diri untuk tampil kuat, seolah mengakui kelelahan adalah sebuah kelemahan? Kita sering percaya bahwa keberanian berarti menghadapi segala badai seorang diri. Padahal, justru dalam mengakui kerapuhan kitalah, kekuatan sejati ditemuka...

Postingan Terbaru

Ketika Imajinasi Menjadi Kurikulum

Esensi Religiusitas dari Cengkeraman Ego

Epistemologi Eksistensi

Retrospeksi Sebuah Perpisahan

Terjepit Paradoks Rekrutmen

Pantun Nasional dalam Estetika Dunia

Saat Sumatera Menangis, Literasi Kita Diuji

Membawa Semangat Literasi Visual Bangkalan ke Kancah Nasional

Dari Obsesi Kepintaran Menuju Seni Kebijaksanaan

Tiga Karya, Satu Visi: Suraji, M.Pd